you're reading...
Liputan

Hari Kedua UN, Matematika Bikin Gelisah

Ujian-Kedua-Siswa-SMPN-4-Pagerwojo-ThumbnailMatematika masih saja menggelisahkan sebagian besar siswa. Hal ini tampak saat Ujian Nasional (UN) hari kedua, Selasa (5/5/2015). Sejak awal menerima paket soal Matematika, sebagian besar siswa ini tampak sulit menyembunyikan kegelisahannya. Matematika tetap menjadi momok yang menakutkan. Beban psikologis beratnya mengerjakan soal Matematika tak begitu mudah mereka lepaskan. Meskipun, guru dan pengawas UN mencoba menenangkan dan menghibur mereka agar rileks dan tak perlu gelisah. Namun, kegelisahan yang hampir terjadi dari tahun ke tahun pelaksanaan UN Matematika ini masih saja menghantui.

Rita Oktavia, salah seorang siswa peserta UN dari SMPN 4 Pagerwojo, mengatakan, soal mata pelajaran Matematika yang diujikan terbilang sulit meski ia telah berusaha keras untuk memecahkannya. Padahal, jauh hari sebelumnya sekolah telah mengantisipasi kesulitan itu dengan memberikan pelajaran tambahan kepada para siswa. Lagi-lagi, Matematika masih terasa menyesakkan bagi mereka.

Menurut Rika, dari 40 soal Matematika yang diujikan itu, hanya sekitar 25 soal saja yang mampu ia kuasai, sisanya ia hanya bisa menerka-nerka saja, sambil berharap semoga jawaban yang ia pilih itu benar.

“Matematika itu masih sulit ditaklukkan, susah banget,” keluh gadis manis bertahi lalat ini.

Sementara itu, Ayu Kartika, teman Rika, mengatakan meski ia telah menghafalkan sebagian besar rumus-rumus Matematika hingga di luar kepala. Namun, dalam praktiknya, ia masih saja mengalami kesulitan menerapkan rumus-rumus itu dalam mengerjakan soal Matematika.

“Sebenarnya rumus-rumus Matematika itu sudah saya hafalkan di luar kepala. Tapi, melihat angka-angka yang begitu besar dan rumit, saya jadi bingung sendiri,” ujar gadis ABG kuning Langsat asal Wonorejo ini.

Menurut pengamatan, Toto Listyanto, Guru Matematika SMPN 2 Pagerwojo, mata pelajaran Matematika memang masih menjadi momok menakutkan siswa dari tahun ke tahun. Padahal, selama ini berbagai formula pembinaan sudah diupayakan oleh sekolah, termasuk salah satunya, memberikan pelajaran tambahan. Muhammad Fatkhurrahman, M.Pd.I, tentor Matematika, kandidat doktor Manajemen Pendidikan Islam, UIN Maliki, membenarkan pernyataan ini. Menurutnya, untuk bisa sukses Matematika ini, tak hanya membutuhkan pelajaran tambahan, juga membutuhkan kesadaran dan kesungguhan dari siswa sendiri dan orangtuanya. Artinya, harus ada kerjasama yang saling melengkapi antara sekolah, siswa, dan orangtua. Karena menurutnya, ini bukan kerja sehari tapi hasil dari pembiasaan dan latihan yang mendalam. (Dien)

Rita-Oktavia-Siswa-SMPN-4-PagerwojoGarap-soal-UNPengawas-UN-SMPN-4-PagerwojoMengerjakan-Soal-UNUN-Hari-Kedua-Siswa-SMPN-4-PagerwojoMenjaga-UN-di-SMPN-4-PagerwojoSiswa-SMPN-4-Pagerwojo-Garap-SoalPeserta-UN-SMPN-4-Pagerwojo

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: