you're reading...
Berita Sekolah

Sang Dewo: Malam Bertakbir, Pagi Berkurban

Thumbnail-Ied-PhotosSabtu (4/10/2014)malam, sejak Maghrib hingga tengah malam, asmosfer Puncak Dewo, Desa Kradinan, Pagerwojo dipenuhi kumandang takbir siswa SMP Negeri 2 Pagerwojo (Sang Dewo). Mereka turut menyambut hangat datangnya hari raya Idul Adha 1435 H yang jatuh pada Minggu (5/10/2014) berdasarkan sidang itsbat Kementrian Agama RI.

Minggu pagi, semua sivitas Sang Dewo, mulai siswa, guru hingga karyawan hadir di mushola sekolah untuk melaksanakan Sholat Ied. Bertindak sebagai imam sekaligus khotib adalah Muhammad Fathurrahman, M.Pd.I, guru PAI Sang Dewo. Sementara, Yopy Abiyana Putra, M.Pd.I, staf kesiswaan Sang Dewo, didapuk sebagaibilal.

Dalam khutbahnya, Fathurrahman mengajak jamaah untuk meneladani ketaatan dan ketundukan total Nabi Ibrohim as dan Nabi Ismail asterhadap perintah Allah SWT. Dengan mengutip dalil-dali al-Quran dan hadits, mahasiswa program doktoral UIN Maliki ini, mengungkapkan betapa berharganya nilai ketaatan dan ketundukan itu bagi manusia. Nilai inilahyang membedakan antara orang yang beriman dan ingkar. Di masa kini, di tengah gejolak pancaroba dan kehidupan dunia yang semakin hedonis, nilai-nilai ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keimanan dan martabat manusia di hadapan Allah.

“Esensi Idul Adha adalah ketundukan dan ketaatan secara total manusia terhadap Allah. Barangsiapa yang tunduk dan taat, Allah pasti akan menganugerahkan kepadanya kemuliaan dan dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya,” ujar guru yang sampai hari ini masih betah melajang itu.

 

Idul Adha, Sarana Pembelajaran Siswa

Usai melaksanakan Sholat Ied, siswa diajak untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Hewan kurban tersebut adalah sumbangsih para siswa dan juga arisan para guru. Hasilnya adalah 5 ekor kambing kurban. Daging kambing kurban tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada semua siswa Sang Dewo yang kebanyakan berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Sedang sisanya, dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah.

Dengan melihat langsung penyembelihan hewan kurban tersebut, diharapkan muncul dalam diri mereka sifat berkurban dan kepedulian terhadap sesama. Menangapi hal ini, Gendut, S.Pd, Wakasek Sang Dewo, sekaligus ketua panitia, berkomentar, “Kita berharap cara ini akan mendorong siswa memiliki kepekaan dan kesalehan sosial sebagai bekal menjadi manusia yang berbudi luhur.”

Lebih jauh, ayah dua putra ini, menjelaskan bahwa kepekaan dan kesalehan bisa terwujud melalui sikappeduli dan berempati terhadap sesama. Bencana yang acapkali terjadi di negeri ini, menuntut kita untuk membangun dan menyuburkan kembali sifat-sifat mulia ini. Momentum Idul Adha bisa menjadi sarana efektif untuk mewujudkan sifat-sifat tersebut. (Dien)

Bagi2-Daging-KurbanMemotong2

Mewadahi-kurbanQurban-Sang-DewoPenyembelihan-Hewan-KurbanMembagi-dagingGuyubrukun-gotongroyongCek-dulu

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: