you're reading...
Berita Sekolah

Guru Wajib Disiplin

Thumbnail-RadinPersoalan kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pendidik menjadihal yang disorotikepala sekolah dalam rapat dinas SMP Negeri 2 Pagerwojo (Sang Dewo), Sabtu (02/11). Karena kedisiplinan guru, terutama dalam kehadiran di kelas, berpengaruh pada proses pembelajaran dan perilaku siswa di sekolah. Padahal, selain mengajarkan pengetahuan, guru juga dituntut mampu memberikan pengayoman dan keteladanan terhadap siswa. Secara tidak langsung, kehadiran guru di kelas dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam belajar. Siswa tidak akan disibukkan dengan aktivitas lain selain belajar. Guru pun dapat dengan mudah melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa. Setidaknya, jika dalam pengawasan tersebut, guru menemukan perilaku siswa yang menyimpang, guru sudah dapat mengantisipasinya sejak awal. Selain itu, guru juga segera dapat menemukan jalan keluar atas permasalahan siswa yang ada.

Perkembangan zaman yang ditandai pesatnya teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak tidak kecil terhadap pola pergaulan siswa sehari-hari.Sekolah sebagai ladang pendidikan harus mampu berkontribusi pada pembentukan karakter mulia siswa.Untuk itu, guru sebagai peletak dasar pendidikan karakter di sekolah perlu melihat persoalan ini lebih mendalam.

Kepala Sang Dewo, Drs. Sujito, M.Pd., menyampaikan  hal terkecil yang perlu dilakukan dan tak bisa dianggap remeh adalah kedisiplinan kehadiran guru di kelas.Sebab, menurut dia, ketidakhadiran guru di kelas akan berdampak pada perilaku keseharian siswa. Guru yang jarang hadir di kelas akan menyisakan kesan negatif dalam pandangan siswa. Tidak hanya itu, pengawasan terhadapperkembangan perilaku siswa menjadi berkurang.

“Setidaknya guru mampu meminimalisasi kekosongan kelas, sehingga anak-anak tidak memiliki waktu kosong di luar kegiatan pembelajaran,” ungkap Drs. Sujito, M.Pd.

Drs. Sujito, M.Pd., juga menambahkan untuk penanganan tersebut, dibutuhkan peran serta guru dalam mengawasi pergaulan siswa selama di sekolah. Dampak negatif teknologi sedapat mungkin dapat ditanggulangi melalui pengawasan dan pola pembinaan berkelanjutan oleh guru. Kasus maraknya pornografi di kalangan siswa akhir-akhir ini, menjadi keprihatinan besar dunia pendidikan. Hal itu ditengarahi karena ketiadaan pendidikan budi pekerti dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Karena itu, memasukkan pendidikan budi pekertitersebutmenjadi kewajiban yang tak boleh diabaikan.Masalahnya, bagaimana bisa guru melakukan semua itu, kalau guru sering tidak hadir dalam pembelajaran di kelas?

Selain permasalahan tersebut, beberapa hal terkait pembelajaran dan Evaluasi Diri Guru (EDG) juga menjadi halpenting lainnya yang dibahas dalam rapat ini.Diakhir sambutan, Drs. Sujito, M.Pd., kepala Sang Dewo, mengharapkan guru segera melengkapi administrasi terkait kegiatan belajar dan mengajar. Tepat 13.00 rapat dinas ini diakhiri. Alhamdulillah. (Dien)

HeruPeserta-RadinPeserta-Radin-MRPeserta-Radin-Pi

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: