you're reading...
Berita Sekolah

Ramadhan Berbalut Kabut di Puncak Dewo

Selimut-Kabut-Puncak-DewoKabut tebal membalut Puncak Dewo pada malam Pondok Ramadhan di SMP Negeri 2 Pagerwojo (Sang Dewo), Sabtu (27/7/2013). Sejumlah siswa putri dengan beragam busana muslim tampak memenuhi mushola Umar bin Khattab, Sang Dewo, yang baru selesai dibangun. Meskipun belum seratus persen rampung, namun mushola ini sudah bisa digunakan.  Mushola hasil swadana warga sekolah dan sejumlah donatur tersebut, menjadi tempat utama penyelenggaraan Pondok Ramadhan tahun ini.

Hawa dingin yang menyergap dan kabut tebal malam itu, tak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan ini sampai usai. Bahkan, suasana malam tampak semarak dengan kegiatan tadarus Al Quran, ceramah dan motivasi yang disampaikan guru-guru Sang Dewo.

Kegiatan-Ramadhan“Saya salut dengan semangat anak-anak Dewo mengikuti Pondok Ramadhan ini. Meski dingin tak tertahankan dan menusuk tulang mereka tetap antusias,” ungkap Fathurrahman, M.Pd, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sang Dewo, yang menjadi salah satu pemateri pada kegiatan ini.

Bertepatan hari itu juga diadakan buka bersama dengan mengundang para mantan kepala sekolah, komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat. Para mantan kepala sekolah sebelumnya, Drs. Mashadi, M.Pd dan Sudirwan, S.Pd tampak hadir menyambut undangan buka bersama itu. Dalam sambutan singkatnya, Drs. Sudjito, M.Pd, kepala Sang Dewo saat ini, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran mantan kepala sekolah tersebut.

“Saya salut atas kepedulian para pendahulu ini. Mereka sangat peduli dengan sekolah ini, meski sudah tak menjabat lagi. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari bincang-bincang dengan mereka berdua,” ujar Drs Sudjito M.Pd dalam kesempatan buka bersama itu.

Berbeda dengan pondok ramadhan sebelumnya. Dalam pondok ramadhan kali ini, pelaksanannya dibedakan antara siswa putra dan putri. Tiga hari awal (22-24/7/2013) diikuti oleh siswa putra, tiga hari sisanya (25-27/7/2013) oleh siswa puteri. Pada tiga hari terakhir, siswa-siswa tersebut harus menginap di sekolah.

“Kami belajar dari kegiatan pondok Ramadhan sebelumnya, karena beberapa pertimbangan, pondok Ramadhan kali ini pelaksanaannya kami paruh dua, putra dan putri dihari yang berbeda,” jelas Fathurrahman.

Masa Orientasi Siswa

Seminggu sebelumnya, Sang Dewo disibukkan dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) selama tiga hari, 15 sampai 17 Juli 2013. MOS kali ini mengambil tema “Ramah Anak Ciptakan Generasi Mulia.” Ditanya soal tema tersebut, Gendut, S.Pd berdalih kegiatan MOS selama ini kadang masih terselipi dengan perpeloncoan dan kekerasan. Menurut ayah dua anak ini, MOS mestinya bersih dari semua aktivitas berbau perpeloncoan dan kekerasan tersebut.

“Tema ini penting diangkat untuk mengingatkan kita bahwa sudah tidak zaman lagi mengadakan MOS dengan perpeloncoan dan kekerasan,” terang Gendut, S.Pd, ketua panitia MOS Sang Dewo.

Seperti lazimnya, MOS bertujuan mengenalkan suasana hal-hal berkaitan dengan sekolah, pada siswa baru. Pengenalan itu terkait dengan profil sekolah, struktur organisasi sekolah, OSIS beserta program kerjanya, para guru, staf TU, karyawan, serta lingkungan sekitar sekolah. Pengenalan lingkungan sekolah sangat penting bagi siswa mengingat letak geografis SMPN 2 Pagerwojo yang bertekstur tanah berbukit dan dikelilingi oleh banyak pohon tinggi dan gagah yang dikelola oleh Perhutani.

Dalam MOS ini, para pengurus dan punggawa OSIS dilibatkan langsung sebagai koordinator acara. Selain ajang latihan kepemimpinan (leadership), juga dimaksudkan sebagai sarana menimba pengalaman dalam menangani kegiatan yang ada. Hal ini akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa mendatang.

“Mengawal kegiatan MOS sangat berarti bagi kami sebagai bekal keterampilan hidup. Selain itu, hal ini juga akan menambah pengalaman dan kepercayaan diri untuk mengadakan event-event lainnya di masa mendatang,” terang Gunawan, Ketua OSIS Sang Dewo.

Sejumlah 69 siswa baru mengikuti kegiatan MOS Sang Dewo ini. Tigapuluh persen dari peserta MOS ini tergolong sebagai keluarga miskin dan tidak mampu. Drs. Sudjito, M.Pd, Kepala Sang Dewo, mengungkapkan sekolahnya memang membuka kesempatan luas bagi keluarga miskin mendaftarkan putra-putrinya.

Dalam sambutannya, pada upacara MOS, kasek menyampaikan harapannya kepada siswa baru agar tetap bersemangat dalam belajar dan mengejar cita-cita, pantang menyerah dan berputus asa. Usai melaksanakan upacara, siswa-siswa baru tersebut dibagi tiga kelas, A, B dan C. Siswa-siswa baru tersebut mendapatkan materi pembinaan tentang topik-topik tertentu. Selain itu, mereka diminta berkenalan satu dengan lainnya sesama teman baru, kakak kelas, guru-guru, dan karyawan. Mereka juga dikenalkan dengan aturan tata tertib sekolah, kegiatan ekstrakurikuler yang mengasah bakat dan minat serta hal-hal lain yanng terkait dengan pembelajaran. (Dien)

Sholat--malamBerdoaSholat-berjamaah-anak-Dewo

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

3 thoughts on “Ramadhan Berbalut Kabut di Puncak Dewo

  1. Mantab dan terus semangat!!

    Posted by fathurrohman8685 | 29/07/2013, 15:33
  2. merdeka !!!! hahahaa

    Posted by tinkomatterien | 30/07/2013, 19:19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: