you're reading...
Kolom Guru

Guru PSK Menghadapi Tahun 2030

Oleh Muhammad Jafar

Dengan pendidikan, maka para gurulah yang berkewajiban untuk menjawab dan menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas. Guru tidak bisa lepas begitu saja dari tuntutan ini. Guru memiliki peran yang besar terhadap masa depan bangsa.

Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan oleh lembaga riset Internasional McKinsey Global Institute dalam acara  yang diselenggarakan oleh Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Jakarta tanggal 13 November 2012 lalu, memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi di masa mendatang dengan asumsi realisasi pertumbuhan yang relatif stabil, yaitu sekitar 6,5 persen pada setiap tahunnya.

Tahun ini Indonesia masih menargetkan ekonomi bisa tumbuh pada kisaran 6,1persen – 6,5 persen dan bisa naik lebih tinggi lagi di tahun 2013. Indonesia mampu bertahan dari dampak penurunan ekonomi global karena tumbuhnya konsumsi domestik. Dengan kemampuan ini, Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian terkuat nomor 7 di dunia pada tahun 2030 dan pada tahun ini Indonesia berada di posisi ke-16.

Posisi Indonesia akan mengalahkan Jerman dan Inggris, tapi masih berada dibawah China, Amerika Serikat, India, Jepang, Brasil dan Rusia. Pada tahun 2030, menurut McKinsey perekonomian Indonesia akan ditopang oleh empat sektor utama yaitu bidang jasa, pertanian  perikanan, dan sumber daya alam.

Guru PSK

Di dunia ini salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang cukup banyak adalah Indonesia sebagai contoh siapa yang tidak kenal dengan tambang Emas yang ada di bumi Papua dan sangat berlebihan jika saya mengatakan bahwa gunung itu adalah gunung emas, namun lagi-lagi sumber daya manusia yang tersedia belum mampu mandiri untuk mengelolanya, akibatnya banyak tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri dan warga negara kita sendiri menjadi kuli di negeri sendiri karena tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, maka saat ini perlu dipersiapkan generasi yang dapat mengambil bagian untuk mengelola sumber daya Alam Indonesia dengan membekali aspek Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan atau disingkat PSK yang maknanya sama dengan aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotor. Ketiga aspek ini dapat diberikan pada generasi kita melalui pendidikan dasar dan menengah.

Dengan pendidikan, maka para gurulah yang berkewajiban untuk menjawab dan menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas. Guru tidak bisa lepas begitu saja dari tuntutan ini. Guru memiliki peran yang besar terhadap masa depan bangsa. Guru tidak hanya sekedar bertindak sebagai guru kognitif, akan tetapi dia harus mengintegrasikan ketiganya.

Menurut Rhenald Kasali bahwa ada dua jenis guru. Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif. Guru kognitif sangat berpengetahuan. Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasihat, sayangnya sedikit sekali mendengarkan. Sedangkan guru kreatif lebih banyak tersenyum, namun tangan dan badannya bergerak aktif.

Setiap kali diajak bicara dia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu, dia selalu mencari alat peraga. Guru kreatif tidak hanya memiliki pengetahuan, akan tetapi dia memiliki ketiga-tiganya yang dapat diintegrasikan dalam metode pembelajaran. Dengan demikian makna guru PSK tidak lain adalah guru kreatif dalam proses belajar mengajar di sekolah melalui penerapan ketiga aspek tesebut.

Era 2030

Tahun 2030 mendatang masih terbilang lama dan jika dihitung masih ada waktu sekitar 18 tahun ke depan. Ini artinya bahwa di usia tersebut adalah merupakan murid-murid SD hingga SMA. Berdasarkan tahun 2010 menunjukkan bahwa struktur penduduk Indonesia terdiri dari yang berusia 0-9 tahun berjumlah sekitar 45 juta; 10-19 tahun sekitar 43 juta; dan 20-29 tahun sekitar 41 juta.

Berarti ada sekitar kurang lebih 88 juta jumlah penduduk usia SD hingga SMA. Jika asumsi kita dari 88 juta peserta didik yang siap dijadikan sebagai tenaga ahli di tahun 2030 dan kita bisa menghasilkan separuhnya saja maka Indonesia akan memperoleh kurang lebih 44 juta tenaga ahli dan bukan mustahil prediksi Mc-Kinsey itu bisa menjadi kenyataan.

Dalam era tahun 2030 bukan lulusan SMA yang dibutuhkan apalagi lulusan SD akan tetapi yang dibutuhkan tenaga ahli. Hal itu memang benar namun perlu diketahui bahwa masa-masa menjadi siswa mulai dari SD hingga SMA adalah sebuah proses pendidikan formal yang tidak bisa dilompati begitu saja melainkan ada proses dan waktu secara kontinu yang sangat penting dalam pengembangan landasan pengetahuan, pembentukan karakter dan penyemaian keterampilan. Dan harapan ini ada ditangan para guru-guru SD hingga SMA.

Untuk mengantisipasi era tahun 2030 maka salah satu hal yang paling penting  dan mendasar kita siapkan adalah menciptakan guru-guru kreatif  yang ditopang oleh kurikulum pendidikan di sekolah mulai tingkat SD sampai tingkat SMA yang tepat dan sesuai dengan tuntutan globalisasi. Banyak pihak menilai mulai dari praktisi pendidikan sampai pada tokoh masyarakat bahwa kurikulum saat ini dinilai kurang tepat lagi terhadap perkembangan global dan perlu dilakukan revisi.

Saat ini pemerintah sedang melakukan uji publik kurikulum tahun 2013. Alasan yang mendasari adanya pengembangan kurikulum adalah globalisasi dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Secara tidak langsung dan terencana pemerintah berupaya untuk menjawab tantangan tersebut dan secara langsung guru berperan aktif dalam menyediakan tenaga kerja yang ahli dalam mengelola Indonesia di tahun 2030 melalui pendidikan dan pengajaran.

Ada beberapa faktor yang menimbulkan terhadap pengembangan kurikulum diantaranya kompetensi peserta didik belum menggambarkan secara holistik domain Pengetahuan, sikap dan keterampilan. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.

Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher centered learned). Dengan perubahan kurikulum tersebut guru mampu melakukan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan diharapkan metode pembelajaran yang berfokus pada siswa (student centered learned), sehingga dapat melahirkan peserta didik yang inovatif, mandiri, dan ahli pada masing-masing bidangnya yang dapat menjadi kekuatan pembangunan masyarakat Indonesia. Implikasinya adalah perlunya guru-guru PSK diciptakan dan dihadirkan di sekolah. (Tribun Makassar)

Guru SMA Negeri 7 Bulukumba, Sementara Mengikuti Tugas Belajar Program S2 MM-UGM Yogyakarta

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

One thought on “Guru PSK Menghadapi Tahun 2030

  1. Thank Pak Bro….semangat luar biasa untuk guru..moga selalu menghasilkna peserta didik yang kualitasnya luar biasa pula

    Posted by pak ndut dewo | 03/12/2012, 11:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: