you're reading...
Berita Sekolah

Menyemaikan Hijau di Puncak Dewo

Kerjasama SMP Negeri 2 Pagerwojo (Sang Dewo) dan LMDH Sumber Makmur Mendukung Gerakan Menanam 1 Miliar Pohon

Sinar Matahari terasa ringan menyapu tanah. Kabut tipis masih terlihat menggantung di langit. Sejumlah anak berpakaian olahraga dengan beragam variasi tampak sibuk menata bibit pohon hijau di pinggir lapangan. Keringat kecil yang mengalir di keningnya, terhapus cepat oleh dinginnya pagi. Mereka adalah siswa Sang Dewo, yang tengah sibuk menyiapkan kegiatan penanaman ribuan bibit pohon di lingkungannya. Kesibukan kali ini memang sangat berbeda dari biasanya. Semua sivitas, mulai siswa, guru, karyawan dan masyarakat sekitar tampak larut dalam agenda kegiatan hari ini.

Acara pembukaan pun digelar sebagai penanda dimulainya kegiatan. Sejumlah sambutan mengalir seperti semilir angin pagi. Setiap mata memandang lekat pembicara seperti ingin memaknainya lebih dalam. Camat Pagerwojo, Wahyu S. Praptama, M. Si, yang berkesempatan hadir di daulat sebagai pembina upacara. Dalam sambutan singkatnya ia mengajak warga sekolah dan masyarakat sekitar, untuk menjaga kelestarian hutan dan membiarkan pohon-pohon yang menjulang tetap terawat dan terjaga.

Kegiatan penanaman pohon tersebut terkosentrasi di sejumlah titik di area sekitar sekolah. Kegiatan seremonialnya diawali dengan penanaman bibit pohon oleh Camat Pagerwojo yang kemudian diikuti oleh kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, dan masyarakat.

Drs. Mashadi, M.Pd, kepala Sang Dewo, menyatakan gerakan menanam pohon ini memang perlu digalakkan, mengingat kerusakan ekosistem dan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Kejadian longsor yang merenggut nyawa manusia beberapa waktu lalu di Desa Kradinan, dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Oleh sebab itu, kasek mengharapkan semua pihak dapat menyukseskan gerakan penanaman dan penghijauan ini, sekaligus diikuti dengan upaya pemeliharaan yang berkesinambungan untuk menjaga kelestariannya.

“Penanaman pohon ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Pagerwojo. Sangat berguna untuk menambah hijaunya lingkungan dan terciptanya udara bersih dan sehat. Dan yang terpenting adalah terjaganya alam sekitar dari bencana yang sewaktu-waktu bisa saja datang,” ujar Drs. Mashadi.

Kepala sekolah bertangan-dingin ini juga menambahkan, untuk menumbuhkan budaya menanam pada diri siswa dan masyarakat, kegiatan semacam ini perlu dibiasakan. Untuk itulah, kepala sekolah yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi kepala sekolah berprestasi se-Jawa timur itu mencanangkan kegiatan ini sebagai agenda penting sekolah.

Sementara itu, Eko Sudjarwo, S.P, ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Sumber Makmur, Pagerwojo, dalam kesempatan itu menuturkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini sebagai sumbangsih dan wujud nyata dari kepedulian LMDH Sumber Makmur dan sivitas Sang Dewo terhadap kelestarian hutan alam dan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar.

“Kami sangat menghargai upaya dari sivitas Sang Dewo merangkul masyarakat Kradinan untuk melaksanakan program pemerintah ini. Ini adalah bukti dan komitmen Sang Dewo untuk menciptakan harmonisasi dengan masyarakat sekitarnya,” ungkap Eko Sudjarwo, S.P, yang juga ketua komite sekolah itu.

Dalam kegiatan ini, LMDH Sumber Makmur telah menyiapkan sebanyak 2000 pohon jenis Trembesi dan 2000 pohon jenis Sengon Laut, untuk ditanam di sejumlah titik area yang telah direncanakan sebelumnya. Karena berdasarkan pantauan LMDH Sumber Makmur, sejumlah titik area yang dimaksudkan itu memang dipandang rawan dan perlu penanganan serius.

 

Program Nasional

Saat ini, Gerakan Menanam 1 Miliar Pohon memang sedang digalakkan oleh pemerintah. Program yang digulirkan secara nasional oleh Kemenhut itu diantaranya bertujuan untuk penghijauan lahan gundul, upaya pencegahan banjir dan tanah longsor, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon di atmosfir untuk pencegahan dampak perubahan iklim, upaya membangun ketahanan pangan nasional, juga untuk memenuhi ketersediaan air bagi kesejahteraan masyarakat.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan 28 November 2008 sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk memasyarakatkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara nasional sebagai landasan sikap hidup dan budaya bangsa. Sebagai payung hukum, orang pertama di Indonesia ini telah menandatangani surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Selain itu, tanggal ini juga ditetapkan sebagai awal dimulainya penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan menanam pohon tersebut dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember, sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.

Semoga tujuan mulia dari kegiatan ini tidak berhenti hanya sekedar seremonial. Namun, menjadi tonggak bagi implementasi pendidikan karakter yang bertujuan membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang diantaranya memiliki rasa cinta terhadap alam dan lingkungan. Semoga! (Gendut/Tantra/Dien)

Berita terkait:

About smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

2 thoughts on “Menyemaikan Hijau di Puncak Dewo

  1. oke selamat menghijaukan lahan anak sank dewo … smoga kradinan kususnya dan pagerwojo umumnya terbebas dari tanah longsor n kesulitan air , amiin.

    Posted by Heru Widiharto | 03/12/2011, 22:11
  2. Ayoooo sobaaat ……… budayakan menanam dan lestarikan hutan demi anak cucu kita nanti

    Posted by Heru Widiharto | 04/12/2011, 06:25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d blogger menyukai ini: