you're reading...
Berita Sekolah

Semarak Agustus di Bulan Ramadhan

Sebuah kebetulan Ramadhan kali ini jatuh bertepatan dengan bulan Agustus, yang biasanya selalu semarak dengan beragam kegiatan. Namun, keinginan untuk mengadakan pesta dan ritual kemerdekaan tahunan itu harus bisa ditahan sebisa mungkin karena hadirnya bulan Ramadhan. Kalaupun harus mengadakan kegiatan Agustusan itu pun dengan catatan tidak boleh mengganggu kekhusyuan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Karenanya, beberapa pihak mengambil langkah bijak mengadakan kegiatan Agustusan secara sederhana tanpa harus mengeluarkan energi berlebihan.

Kami merangkai momen-momen penting kegiatan Pesantren Ramadhan dan Agustusan ini dalam satu ikat tulisan, meneladani sebuah pepatah lama ‘sekali dayung dua tiga pulau terlampaui’. Mungkin agak terlambat. Namun, kami pikir tak apalah, daripada tidak sama sekali. Hitung-hitung sebagai rekam jejak kegiatan yang terjadi selama Agustus ini di Kecamatan Pagerwojo. Mengingat momen-momen semacam ini seringkali lewat begitu saja tanpa bekas karena tak ada media yang mau meng-expose-nya sebagai berita. Maka, kami berusaha menjadi lidah yang akan menyampaikan hal tersebut kepada khalayak. Semoga catatan-catatan kami ini sedikitnya dapat memberikan gambaran tentang kegiatan-kegiatan tersebut.

 

Pesantren Ramadhan di Puncak Dewo

Ini adalah agenda tahunan yang tak boleh dilewatkan oleh sekolah. Setiap sekolah wajib menjalankan agenda ini, tak terkecuali bagi SMP Negeri 2 Pagerwojo (Selanjutnya ditulis: Sang Dewo, red). Pesantren Ramadhan di sekolah tertinggi di Tulungagung itu digelar mulai Rabu sampai Selasa lalu (10-16 /8/11). Kegiatan Pesantren Ramadhan ini sesuai dengan juknis-nya terbagi dalam beberapa type. Pelaksanaannya mulai yang separuh hari sampai menginap atau perpaduan dari keduanya (kolaboratif). Sang Dewo sendiri memilih type kolaboratif ini, yakni separuh hari pada 5 hari awal dan menginap pada hari yang terakhir (ke-enam). Pilihan yang sama telah dilakukan pada pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun sebelumnya.

Pada hari terakhir, semua siswa dari kelas VII sampai IX diwajibkan untuk menginap. Mendadak suasana malam di Puncak Dewo yang biasanya lengang dan sepi, kini tampak ramai dengan kegiatan ibadah Ramadhan dari mulai tarawih, tadarrus sampai qiyamul lail. Kegiatan Pesantren Ramadhan hari terakhir ini dipusatkan di Lapangan Serbaguna Sang Dewo. Untuk itu, sebuah tenda yang cukup besar pun didirikan demi menyukseskan kegiatan ini. Sayangnya, cuaca sedikit kurang bersahabat. Sore itu, hujan gerimis turun cukup lama di Puncak Dewo sehingga membuat area-area tertentu yang dijadikan tempat sholat tergenang air. Namun meski demikian, pelaksanaan ibadah Ramadhan di hari itu tetap bisa berjalan dengan baik.

Pada malam kegiatan Pesantren Ramadhan ini pula diadakan “Tasyakkuran” yang melibatkan seluruh staf dan karyawan Sang Dewo beserta pengurus Komite Sekolah. Nasi tumpeng berikut assesorisnya menjadi menu utama yang disuguhkan dalam kegiatan Tasyakkuran ini. Dalam sambutannya, Drs. Mashadi, M.Pd, Kepala Sang Dewo mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT atas capaian-capaian pendidikan Sang Dewo yang terus meningkat dari sejak kelahirannya hingga sekarang.

 

Upacara 17 Agustus dan Drama Kolosal

Seperti tahun sebelumnya, Panitia PHBN Kecamatan Pagerwojo menggelar Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia di Lapangan Mulyosari, Pagerwojo, Tulungagung, Rabu lalu (17/8). Upacara ini diikuti oleh ratusan peserta dari unsur PGRI, Koramil, Polsek, Puskesmas, Polhut, Linmas, Pelajar dan Pramuka se-Kecamatan Pagerwojo.

Menariknya, sebelum upacara penurunan bendera yang digelar sore harinya, peserta upacara dan masyarakat Pagerwojo disuguhi tampilan drama kolosal yang mengangkat kisah ‘Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman’. Drama kolosal ini dimainkan oleh sekitar 150 pemain yang terdiri dari unsur PGRI, Koramil, Polhut, Siswa SMP dan SMK, Puskesmas, juga Pramuka. Naskah drama kolosal ini digarap oleh Paraseni Pagerwojo, mereka adalah Dri Laksono, Sarnito, Joko Supriyono, Khoiri dan Wahyudin. Paraseni ini adalah kumpulan dari para guru seni di Pagerwojo. Naskah drama kolosal tersebut dapat diunduh DI SINI.

Meski hanya sempat latihan sebanyak 4 kali saja, namun drama kolosal ini berjalan sukses dan mendapat apresiasi baik dari masyarakat yang melihatnya. Tak tanggung-tanggung untuk menyukseskan drama kolosal ini Kapten Sunarto, Danramil Pagerwojo, dibantu tokoh masyarakat setempat, mBah Djono, berjibaku langsung di lapangan sebagai sutradara dan tim pengarah. Dan lewat sentuhan tangan dingin, Wahyudin (Guru TI Sang Dewo), drama kolosal ini dapat ditampilkan secara lipsing. Kemampuan pria berkaca mata yang pernah cukup lama bekerja di radio ini, terbilang cukup mahir dalam hal edit-mengedit audio. Terbukti, meski hanya menggunakan sebuah kamera digital biasa sebagai perekamnya, namun hasil akhirnya tak kalah dengan studio rekaman khusus (Hasilnya bisa di download DI SINI). Tak heran, usai pementasan drama kolosal itu, ia mendapatkan banyak ucapan selamat dari rekan-rekannya. Semoga pelaksanaan kegiatan berikutnya akan jauh lebih baik lagi. (Dien)

Tentang smpn2pagerwojo

Blog SMP Negeri 2 Pagerwojo, Tulungagung

Diskusi

3 pemikiran pada “Semarak Agustus di Bulan Ramadhan

  1. wahh… bagus juga ni..

    Posted by Eko suprapto | 14/09/2011, 11:15
  2. Bagus dan perlu ditingkatkan terus. Oya…to be continued ga?

    Posted by Rahmat | 14/09/2011, 15:47
  3. wahhhh bagus

    Posted by puji astuti | 06/10/2011, 14:35

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Banner


%d bloggers like this: